Kajian CIEFS: Integrasi TAM dan TPB untuk Optimalisasi Layanan Katalis Barokah di Pesantren Abu Zairi
Jember – Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember melalui Center for Islamic Economics for Future Studies (CIEFS) kembali menyelenggarakan kajian aplikatif bertema penguatan layanan pesantren berbasis nilai-nilai Islami dan teknologi modern. Dalam kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 30 Oktober 2025, Ulfaniatul Hasanah, peneliti sekaligus mahasiswa Pascasarjana UIN KHAS Jember, mempresentasikan hasil riset berjudul “Peran Technology Acceptance Model (TAM) dan Theory of Planned Behavior (TPB) dalam Meningkatkan Layanan Katalis Barokah di Pesantren Abu Zairi.”
Kegiatan yang dihadiri oleh pengelola, guru, dan civitas pendidikan Pesantren Abu Zairi ini menjadi ajang diskusi mendalam tentang bagaimana model TAM dan TPB dapat diintegrasikan untuk memperkuat inovasi layanan digital di lingkungan pesantren. Dalam paparannya, Ulfaniatul menjelaskan bahwa penerimaan teknologi dalam perspektif Islami perlu didukung oleh sikap, norma, dan persepsi kemudahan penggunaan sebagaimana dijelaskan dalam kedua teori tersebut.
Program Katalis Barokah sendiri dikembangkan sebagai platform penggerak ekonomi dan sosial pesantren, dengan tujuan memperluas akses layanan berbasis teknologi yang tetap berpijak pada prinsip syariah dan kebutuhan santri. Melalui pendekatan ini, pesantren diharapkan mampu menjadi ekosistem inovatif yang produktif sekaligus berkeadaban.
Diskusi berjalan dinamis, dengan berbagai pertanyaan dan studi kasus diajukan peserta terkait tantangan digitalisasi layanan pesantren, seperti kesiapan sumber daya manusia, etika penggunaan teknologi, serta strategi membangun kepercayaan digital di kalangan santri. Ulfaniatul menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan dan literasi digital Islami, agar proses adopsi teknologi tidak hanya efisien tetapi juga membawa keberkahan sosial.
Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Mashudi, M. Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan CIEFS yang secara konsisten menghadirkan kajian aplikatif dan riset berbasis kebutuhan masyarakat pesantren. “Kami ingin Pascasarjana UIN KHAS Jember tidak hanya menjadi pusat keilmuan, tetapi juga pusat transformasi sosial berbasis nilai Islam. Inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa penelitian mahasiswa mampu menjembatani teori dan praktik dengan manfaat nyata bagi umat,” tegasnya.
Kajian ini menjadi bukti nyata komitmen CIEFS Pascasarjana UIN KHAS Jember dalam memperkuat penelitian terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat pesantren dan ekonomi syariah. Melalui berbagai riset, diskusi, dan publikasi ilmiah, CIEFS terus mengembangkan model pengelolaan berbasis nilai Islam untuk menjawab tantangan inovasi dan keberlanjutan di era digital.
Penulis: Laili Salimah - Indira Reza Pramesty
Editor: Wildan Khisbullah Suhma




